Sabtu, 04 Juni 2011

Klasifikasi Makhluk Hidup

Para ilmuwan memiliki cara tersendiri dalam mengklasifikasikan makhluk hidup. Pengklasifikasi tersebut mempunyai aturan-aturan tertentu yang berlaku secara internasional. Oleh karena itu, klasifikasi tersebut dikatakan sebagai klasifikasi berdasarkan kode internasional.
Klasifikasi makhluk hidup itu sendiri bertujuan untuk memudahkan kita dalam menggolongkan suatu makhluk hidup. Penggolongan tersebut dapat kita temukan dengan mencari persamaan yang dimiliki oleh makhluk hidup itu sendiri.
Pengelompokan tersebut dilakukan secara bertingkat. Mulai dari tingkat yang paling tinggi hingga tingkat yang paling rendah. Setiap tingkatan tersebut diberi nama takson. Semakin tinggi takson tersebut, semakin sedikit persamaan yang dimilikinya, dan semakin rendah takson tersebut, semakin banyak persamaan yang dimiliki.

Ciri-ciri yang menjadi dasar pengelompokan ialah morfologi (bentuk luar), fisiologi (fungsi tubuh), anatomi (susunan tubuh), sifat-sifat biokimiawi, dan genetik. Susunan genetik setiap makhluk hidup inilah yang sebenarnya menentukan ciri-ciri mofologi maupun ciri yang lain dari spesies lain. 

Dapat kita lihat pada gambar disamping. Gambat ini merupakan tingkatan taksonomi sebuah hewan dengan Kingdom Animalia, Division (untuk Hewan) Chordata, Class Mamalia, Ordo Carnivora, Familia Canidae, Genus Canis, Spesies Canis familaris.

Penamaan ilmiah suatu makhluk hidup diterapkan dan ditetapkan menurut kode internasional. Setiap makhluk hidup sudah diberi nama ilmiah dengan dua suku kata. Pemberian nama dengan dua suku kata tersebut dikenal sebagai binomenal nomenklatur. Sistem ini diperkenalkan oleh Carolus Linneaeus.

Suku kata pertama merupakan genus (marga), suku kata kedua merupakan penunjuk spesies (jenis). Huruf pertama suku kata harus Kapital, sedangkan huruf selanjutnya huruf kecil.

Penulisan nama ilmiah dibedakan dari penulisan terks lainnya. Misalnya jika teks dicetak tegak, nama ilmiah dicetak miring. Sebaliknya, jika teks dicetak miring, nama ilmiah dicetak tegak. Jika ditulis dengan tangan, nama ilmiah harus ditulis dengan garis bawah. Maksudnya agar mudah dikenali. Contoh penulisan nama ilmiah :
a) Oryza sativa (padi)
b) Arachis hypogaea (kacang tanah)
c) Rana pipiens (katak)
d) Felis domestica (kucing)

Sistem klasifikasi makhluk hidup dibedakan menjadi 5 macam yaitu :

Berbagai macam bentuk Monera
Monera
monera ialah organisme prokariotik, atau tidak memiliki membran inti. Meskipun tidak memiliki membran inti, organisme ini memiliki bahan inti. Bahan inti tersebut berisi asam inti atau DNA (deoxyriblonucleic acid). Contoh Monera ialah Alga Biru-Hijau dan Bakteri.

Protista
Protista mirip Hewan (Protozoa)
Protista ialah organisme eukariotik, atau memiliki membran inti, memiliki satu sel atau banyak sel. Segala macam bentuk kegiatan dari Protista diatur oleh sel itu sendiri. Kegiatan itu berupa makan, pertukaran gas, menanggapi rangsang, bergerak, dan berkembangbiak. Protista dikelompokkan secara sederhana menjadi Protista mirip Tumbuhan (Alga), Protista mirip Hewan (Protozoa), Protista mirip Jamur. Alga memiliki klorofil sehingga dapat menghasilkan makanan sendiri. Sebaliknya, protozoa tidak memiliki klorofil sehingga tidak mampu berfotosintesis.


Fungi 
Jamur tidak memiliki kloroplas
Fungi atau Jamur merupakan kingdom makhluk hidup yang tidak memiliki kloroplas. Tubuh jamur ada yang terdiri dari satu sel, berbentuk benang, atau tersusun dari kumpulan benang. Dinding selnya tersusun dari zat kitin. Oleh karena mengandung kitin, jamur tidak dikelompokkan ke dalam Kerajaan Hewan atau pun Tumbuhan.






Plantae Plantae atau kingdom tumbuhan adalah makhluk hidup bersel banyak yang mempunyai kloroplas. Di dalam kloroplas, terdapat klorofil. Oleh karena memiliki klorofil, tumbuhan dapat melakukan fotosintesis. Sel tumbuhan termasuk eukariotik ( mempunyai membran inti) dan dinding selnya tersusun dari selulosa. Tumbuhan umumnya memiliki akar, batang, dan daun: kecuali lumut yang memiliki akar semua (rizoid). Perkembang biakan tumbuhan terjadi secara kawin dan tak kawin . Perkembangan secara kawin dilakukan oleh organ khusus yang menghasilkan sel gamet. Tumbuhan biji menghasilkan sebagai hasil fertilisasi (pembuahan)

Animalia
Animalia adalah kingdom hewan. Sel-selnya mempunyai membran inti (eukariotik) dan tidak memiliki kloroplas. Selain itu hewan tidak memiliki dinding sel. Berbeda dengan tumbuhan, hewan dapat bergerah aktif dan memiliki sistem saraf.









Referensi Artikel ini diambil dari Syamsuri, Istamar dkk. 2007. IPA BIOLOGI untuk SMP Kelas VII. Jakarta: Penerbit Erlangga

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar