Minggu, 26 Juni 2011

HORMON TUMBUHAN (FITOHORMON)

Sesuai dengan janji saya. Saya akan menerbitkan  entri yang membahas masalah-masalah hormon yang ada pada tumbuhan. Hormon tumbuhan atau bisa kita kenal dengan fitohormon ini merupakan senyawa organik yang berpengaruh terhadapa laju pertumbuhan yang dibuat oleh suatu bagian tumbuhan. Hormon tumbuhan dengan konsentrasi rendah menyebabkan suatu dampak fisiologis. Dampak fisiologi merupakan akibat yang terjadi pada proses pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan.

Beberapa contoh hormon tumbuhan antara lain auksin, giberelin, sitokinin, asam absisat, etilen, asam traumatin, dan kalin. Hormon buatan atau hormon yang dibuat oleh organisme selain tumbuhan tidak dapat digolongkan sebagai hormon tumbuhan, melainkan disebut zat pengatur tumbuh.

a. Auksin
Berkat penelitian oleh Frits Went (1926-1928), sekarang kita mengetahui adanya zat yang dihasilkan oleh ujung tumbuhan yang berpengaruh besar terhadap pertumbuhan. Zat itu disebut auksin. Went menemukan auksin pada ujung keleoptil kecambah sejenis gandum (Avena sativa). Ternyata auksin dapat ditemukan pada ujung batang dan akar, serta tempat pembentukan bunga, buah, dan daun pada tumbuhan. Auksin ada yang telah diisolasi dari berbagai sumber, misalnya dari endosperma jagung, yaitu asam indo asetat (IAA= indole acetic acid). Isolasi adalah pemisahan dan pengambilan zat tertentu dari sumbernya.

Fungsi auksin antara lain mengatur pembesaran sel dan memacu pemanjangan sel di daerah belakang meristem ujung. Pengaruh aksin yang lain adalah merangsang pembelahan sel-sel kambium, meningkatkan perkembangan bunga dan buah, merangsang perkembanganan akar literal, dan menyebabkan pembengkokan batang.

Sel-sel yang mengandung lebih banyak auksin berukuran lebih panjang daripada yang mengandung sedikit auksin, akibatnya batang membengkok. Pembengkokan yang diakibatkan oleh arah datangnya cahaya ternyata juga berhubungan dengan penyebaran auksin. Batang yang terkena cahaya memiliki auksin yang lebih sedikit, karena auksin mengalami kerusakan jika terkena sinar, akibatnya batang membengkok menuju arah datangnya cahaya.

b. Giberelin
Giberelin pertama kali ditemukan di Jepang oleh Eiichi Kurosawa (1926), pada saat ia mempelajari penyakit pada padi. Kurosawa menemukan bahwa padi yang terserang jamur Gibberella fujikuroi mengalami pertumbuhan cepat, batang tinggi, dan bewarna pucat. Setelah diisolasi, senyawa yang dihasilkan jamur tersebut dinamakan giberelini. 

Giberelin ditemukan pada bagian tumbuhan, misalnya pucuk batang, ujung akar, bunga, buah, dan terutama pada biji. Peranan giberelin adalah merangsang pemangjangan batang, perkecambahan, pertumbuhan tunas, mempercepat munculnya bunga, dan merangsang pertumbuhan buah secara partenokarpi (tanpa fertilisasi). Giberelin dapat menyebabkan tumbuhan kerdil tumbuh menjadi tumbuhan raksasa, umumnya tinggi tumbuhan mencapai 3-5 kali tinggi yang normal.

c. Sitokinin
Sitokinin berperan merangsang pembelahan sel (sitokinesis), pembentukkan tumas ketiak tanga dikotil dan tunas pada kalus, menghambat efek auksin menunda penuaan, dan mempertahankan kesegaran jaringan. 

Pada tahun 1913, Gottlieb Haberlandt menemukan suatu senyawa yang memacuk pembelahan sel pada umbi kentang yang terpotong. Pada tahun 1940, Johanes van Dverbeek  menemukan bahwa air kelapa muda mengandung senyawa yang memcau pembelahan sel. Penemuan tersebut diperkuat oleh Folke Skoog dan kawan-kawan pada tahun 1950. Selanjutnya, senyawa tersebut dikenal dengan nama sitokinin. Sitokinin alamiah yang umum adalah zeatin, yang pertama kali diambil dari endosperma biji jagung pada tahun 1964 oleh Letham. Sitokinin alami banyak terdapat pada organ muda tumbuhan (biji, buah, daun)  dan ujung akar. Sitokinin disintesis dalam akar dan diangkut ke organ lain. Sitokinin buatan misalnya kinetin dan BAP (g-benzilaminopurin)

d. Asam Absisat
Tidak semua hormon pada tumbuhan memacu pertumbuhan. Ada hormon yang justru menghambat pertumbuhan, misalnya asam absisat (absisin).

Secara umum, fungsi asam absisat adalah menghambat pembelahan dan pemanjangan pada sel, menunda pertumbuhan, dan membantu dormansi. Hal ini untuk membantu tumbuhan bertahan dalam kondisi yang buruk. Misalnya, merangsang penutupan stomata daun pada musim kering sehingga tumbuhan tidak kehilangan air melalui transpirasi.

Asam absisat ditemukan oleh F.I. Addicott (1963) yang mengamati absisi pada tanaman kapas. Asam absisat pada awalnya disebut dormina.

e. Gas Etilen
Pada tahun 1934, R. Gane  berhasil membuktikan bahwa etilen disintesis oleh tumbuhan dan berperan untuk mempercepat pematangan buah. Etilen adalah gas yang dikeluarkan terutama oleh buah yang sudah tua. Jika buah yang lebih tua diletakkan di suatu tempat tertutup, buah akan cepat masak. Hal itu karena buah tersebut mengeluarkan gas etilen yang memepercepat pemasakan buah. Para pedagang sering memeram buah dengan gas etilen agar cepat masak. Nama dagang etilen adalah karbit.

Selain berperan dalam pemasakan buah, etilen juga menyebabkan batang menjadi tebal, untuk menahan pengaruh angin. Kombinasi etilen dengan hormon lain dapat memberi efek yang menguntungkan. Misalnya, etilen dengan auksin dapat memacu pembungaan pada mangga dan nanas. Kombinasi etilen dengan giberelin dapat mengatur tumbuhnya bunga jantan dan bunga betina.

f. Asam Traumatin
Asam traumatin dianggap sebagai hormon luka, karena merangsang pembelahan sel-sel di bagian tumbuhan yang luka. Dengan demikian jaringan yang terluka akan turtutup kembali.

g. Kalin
Kalin adalah hormon yang berfungsi merangsang pembentukan organ tumbuhan. Kalin dibedakan menjadi empat macam, yaitu rizokalin untuk merangsang pembentukan akar, kaulokalin merangsang pembentukan batang, filokalin merangsang pembentukan daun, dan antokalin  atau florigen yang merangsang pembentukan bunga.

Hormon tumbuhan antara lain auksin, giberelin, dan sitokinin memacu pertumbuhan, asam absisat menghambat pertumbuhan, gas etilen mempercepat pemasakan buah, asam traumatin yang menyembuhkan luka, dan kalin yang merangsang pembentukan organ.


Referensi Artikel ini didapat dari sumber yang terpercaya Syamsuri, Istamar, dkk. 2007. IPA BIOLOGI untuk SMP Kelas VIII. Jakarta: Penerbit Erlangga

Sabtu, 25 Juni 2011

Pertumbuhan dan Perkembangan Pada Tumbuhan Berbunga

Gambar 1.1 Struktur Biji
Hilangkan kulit biji (testa) kacang tanah, kacang kedelai, atau kacang-kacangan yang lain. Kalian akan menemukan calon individu baru.

Pada tumbuhan dikotil, misalnya kedelai, embrio atau lembaga mempunyai kotiledon (daun lembaga, keping bijji) yang membesar. Sumbu atau batang embrio bagian bawah disebut hipokotil, dan ujungnya disebut radikula (akar embrio). Batang embrio bagian atas disebut plumula (pucuk embrio), yaitu batang embrio bersama calon-calon daun. Lihat Gambar 1.1

Biji monokotil mempunyai satu kotiledon. Tumbuhan Graminieae (Rumput-rumputan) seperti jagung, memiliki satu kotiledon yang bernama sketelum, yang menyerap makanan dari endosperma selama proses perkecambahan.  Berbeda dengan radikula dikotil, pada monokotil radikula diselubungi koleoriza, dan ujung embrio diselubungi oleh koleoptil.

1. Perkecambahan
Perkecambahan merupakan proses pertumbuhan dan perkembangan embrio pada tumbuhan. Plamula tumbuh dan berkembang menjadi batang dan daun, sedangkan radikula tumbuh dan berkembang menjadi akar. Berdasarkan letak kotiledonnya pada saat berkecambah, perkecambahan dibedakan menjadi dua tipe hipogeal dan epigeal.

epigeal
Pada perkecambahan hipogeal, kotiledon tetap berasa di dalam tanah. Contoh tumbuhan yang mengalami perkecambahan hipogeal adalah kacang kapri dan jagung. Pada perkecambahan epigeal, kotiledon berada di atas tanah. Contohnya pada tanaman kacang hijau,  kacang tanah, dan jarak.




Embrio yang tumbuh belum memiliki klorofil, sehingga embrio belum dapat membuat makanan sendiri. Makanan untuk pertumbuhan embrio diambil dari endosperma atau putih lembaga. Tidak setiap biji mempunyai endosperma, misalnya biji tumbuhan polong-polongan. Cadangan pada polong-polongan tidak disimpan pada endospema melainkan disimpan dalam kotiledon; endospermanya sendiri sudah habis.  Oleh sebab itu kotiledonnya menjadi tebal.
hipogeal 

Proses perkecambahan dipengaruhi oleh oksigen, suhu, cahaya, dan air. Perkecambahan dimulai dengan proses penyerapan air ke dalam sel-sel pada biji. Masuknya air pada biji menyebabkan enzim bekerja. Enzim memecah bahan kompleks menjadi bahan sederhana. Bahan sederhana akan disusun lagi menjadi bahan yang diperlukan tubuh. Misalnya untuk menyusun struktur sel, membran sel, dan enzim untuk proses metabolisme.

2. Pertumbuhan Primer
Pada akhir perkecambahan, tumbuhan membentuk akar batang, dan daun. Pada ujung batang dan ujung akar terdapat sel-sel meristem yang bersifat embrionik,  artinya sel-sel ini dapat berdiferensiasi menjadi sel-sel yang memiliki struktur dan fungsi khusus. Aktivitas sel meristem menyebabkan batang dan akar tumbuh memanjang. Proses pertumbuhan ini disebut pertumbuhan primer. Pertumbuhan primer batang dapat diukur secara kuantitatif, misalnya dengan alat yang dinamakan auksanometer.

Daerah pertumbuhan pada ujung batang dan ujung akar dapat dibedakan menjadi tiga yaitu:
  • daerah pembelahan sel, terdapat dibagian ujung, sel-sel di daerah ini aktif membelah (bersifat meristematis)
  • daerah pemanjangan sel, terletak dibelakang daerah pembelahan, merupakan daerah yang semua selnya dapat membesar dan memanjang
  • daerah diferensiasi, merupakan daerah yang sel-selnya berkembang menjadi sel yang memiliki struktur dan fungsi khusus
Meristem ujung batang membentuk bakal daun. Pada sudut antara daun dan batang terdapat sel-sel yang bersifat meristematis; bagian in akan berkembang menjadi cabang. Di belakang daerah diferensiasi terdapat jaringan dewasa.

3. Pertumbuhan Sekunder
Pertumbuhan sekunder tumbuhan terjadi akibat aktivitas kambium. Kambium merupakan meristem lateral (samping) yang ada di sekeliling batang dikotil kecuali di bagian ujung. Jaringan kambium mampu membelah secara mitosis. Jika sel kambium membelah ke arah luar, sel yang luar menjadi sel floem dan sel yang dalam tetap sebagai kambium. Sebaliknya jika sel kambium membelah ke arah dalam, sel yang dalam menjadi xilem dan sel yang luar tetap sebagai kambium. Jadi selama proses pembelahan ini jaringan kambium tetap dipertahankan. Xilem dan floem yang terbentuk dari aktivitas kambium ini disebut xilem dan floem sekunder.

Pertambahan jumlah sel floem dan xilem sekunder menyebabkan diameter batang bertambah besar. Aktivitas kambium yang membentuk xilem dan floem sekunder ini disebut pertumbuhan sekunder.

Aktivitas pembentukan floem dan xilem sekunder pada batang dipengaruhi oleh musim. Pada musim kemarau, lapisan yang terbentuk lebih tipis dibandingkan pada saat musim penghujan. Perbedaan pertumbuhan ini membentuk lingkaran tahun yang dapat digunakan untuk memperkirakan umur suatu tumbuhan.

4. Hormon Tumbuhan (Fitohormon)
Hormon tumbuhan atau fitohormon adalah senyawa organik yang berpengaruh terhadap laju pertumbuhan yang dibuat oleh suatu bagian tumbuhan. Hormon tumbuhan dengan konsentrasi rendah menyebabkan suatu dampak fisiologis. Dampak fisiologis adalah akibat yang terjadi pada proses pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan.

Beberapa contoh hormon tumbuhan antara lain auksin, giberelin, sitokinin, asam abisat, etilen, asam traumatin, dan kalin. Hormon buatan atau hormon yang dibuat oleh organisme selain tumbuhan tidak digolongkan sebagai hormon tumbuhan, melainkan zat pengatur tumbuh.

Untuk lebih jauh mengenal definisi-definisi fitohormon, akan saya sampaikan pada bab yang berbeda. Agar minat baca anda tidak gampang lelah dengan banyaknya kalimat-kalimat ini.



Referensi artikel ini dari Syamsuri, Istamar, dkk. 2007. IPA BIOLOGI untuk SMP Kelas VIII. Jakarta: Penerbit Erlangga

Besaran Dan Satuan

Tahukan kamu apa saja yang bisa diukur oleh orang pada zaman dahulu? pada zaman dahulu orang biasanya hanya mampu mengukur panjang atau luas sesuatu, misalnya panjang sebuah rumah, atau luas sebidang tanah. Di samping panjang dan luas suatu benda, mereka pada zaman dahulu juga bisa menimbang masa suatu benda, misal massa satu karung padi. 

Tahukah kamu bagaimana mereka menyatakan hasil pengukuran tersebut dengan cara yang tidak sama. Misalnya di satu tempat mereka menyatakan panjang tersebut dengan "jengkal" atau "depa". Begitu pada luas sebuah benda, di satu wilayah ada yang menyatakan tumbak atau bata. Untuk massa satuan benda mereka pun sering menyatakan hasilnya dengan cara yang berbeda pula, misalnya pikul atau dacin.

Nah dalam fisika, panjang dan massa disebut besaran, sedangkan jengkal, depa, tumbak ataupun pikul disebut satuan yang digunakan berbeda-beda dari tempat yang satu dengan tempat yang lain, maka satuan seperti itu tidak berkembang. Akhirnya para ahli fisika merumuskan beberapa besaran pokok dan satuannya. Dari besaran pokok ini para ahli fisika dapat memperoleh beberapa besaran turunan beserta satuannya.

Besaran dikelompokan menjadi dua kelompok, yaitu besaran pokok dan besaran turunan. Akibatnya, satuanpun dikelompokkan menjadi dua kelompok juga, yaitu satuan pokok dan satuan turunan. 

Besaran adalah sesuatu yang dapat diukur dan memiliki nilai, sedangkan satuan adalah sebuah ukuran dari sebuah besaran yang didefinisikan untuk secara tepat menjadi satu (1,0) atau dapat juga dikatakan bahwa satuan adalah cara tulis/menyatakan nilai suatu besaran.

Panjang --- meter --- m
Massa   --- kilogram --- kg
Waktu --- sekon --- s
Intensitas cahaya --- candela ---cd
Kuat arus listrik --- ampere --- A
Jumlah zat --- mole --- mol
Temperatur --- derajat kelvin --- K

Besaran Turunan dan Satuannya
Dari ketujuh besaran pokok di atas, kita dapat memperoleh bermacam-macam besaran turunan beserta satuannya. Contoh besaran turunan beserta satuannya dapat kamu lihat dalam tanda kurung di sebelah kanan. Sesungguhnya, masih banyak lagi besaran turunan yang dapat kamu temukan dalam fisika

Satuan pokok adalah satuan yang didefinisikan secara tersendiri, sedangkan satuan turunan adalah satun campuran dari beberapa satuan pokok

Sistem Satuan
Dalam fisika satuan merupakan hal yang sangat penting. Sehingga para ahli Fisika bersepakat untuk menentukan sistem satuan yang dapat berlaku ummum dan dapat digunakan oleh semua negara. Di antara sistem satuan yang ada,  ada yang bersifat umum dan ada yang bersifat lokal. Sebagai contoh, Sistem MKS (meter, kilogram, dan sekon) dan sistem CGS (centimeter, gram, sekon) adalah dua buah sistem berlaku secara internasional, yaitu Sistem (Satuan) Internasional atau disingkat SI (Sistem Internasional). Sedangkan Sistem Inggris (British System) adalah sistem satuan lokal, yang hanya berlaku di beberapa negara seperti Inggris dan Amerika Serikat.

Ketika kita berbicara tentang hasil pengukuran suatu besaran yang sangat besar  atau sangat kecil, kita akan merasa sanang jika kita menempelkan kata depan seperti yang tercantum di samping kepaada satuan yang kita gunakan. 


Referensi Artikel ini dari AY, DR. Suroso, dkk. 2002. ENSIKLOPEDI SAINS KEHIDUPAN. CV. Tarity Samudra Berlian

APAKAH FISIKA ITU?

Fisika adalah ilmu tentang materi (zat) dan energi. Materi yang memungkinkan dunia industri dan teknologi tinggi terus maju dan berkembang adalah segala sesuatu yang dapat kamu lihat dan dapat kamu sentuh. Materi dapat berada dalam tiga wujud yaitu: padat, cair, dan gas.

Sedangkan energi adalah kemampuan untuk melakukan usaha. Para ahli ilmu pengetahuan selalu berusaha untuk terus mencari berbagai jenis bahan-bahan baru seperti konduktor, isolator, semikonduktor, superkonduktor, berbagai jenis kristal, plastik, bahan sintesis (bahan buatan), bahan bakar ramah lingkungan, bahan kimia, serat optik telekomunikasi, serat optik sinar-x, dan lain sebagainya.

Di samping itu, mereka juga terus mengembangkan berbagai jenis sumber energi ramah lingkungan dalam jumlah yang banyak untuk membuat, memperhalus, dan membentuk materi-materi tersebut.

Referensi Artikel ini dari AY, DR. Suroso, dkk. 2002. ENSIKLOPEDI SAINS KEHIDUPAN. CV. Tarity Samudra Berlian 

BIOLOGI



(Gk. Bios= hidup; Logos=membicarakan) Suatu pengetahuan yang membicarakan seluk-beluk masalah kehidupan makhluk hidup, baik tumbuhan, hewan, maupun manusia, dan jenis makhluk hidup lainnya. Akibat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, Biologi mengalami perkembangan pula sehingga memunculkan cabang-cabang ilmu baru, seperti :

  • Botani, khusus mempelajari masalah dunia tumbuh-tumbuhan.
  • Zoologi, khusus mempelajari masalah dunia hewan.
  • Anatomi, khusus mempelajari uraian tubuh suatu organisme
  • Fisiologi, khusus mempelajati kerja alat-alat tubuh
  • Embriologi, khusus mempelajari terbentuknya embrio dan pertumbuhannya
  • Mikrobiologi, khusus mempelajari jasad renik atau mikroba
  • Parasitiologi, khusus mempelajari kehidupan hewan parasit dan hospes
  • Histologi, khusus mempelajari jaringan tubuh makhluk hidup
  • Sitologi, khusus mempelajari struktur dan fungsi sel
  • Neurologi, khusus mempelajari persarafan pada manusia
  • Ekologi, khusus mempelajari timbal-balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya
  • Genetika, khusus mempelajari pewarisan sifat-sifat gen dari induk kepada keturunannya
  • Patologi, khusus mempelajari masalah penyakit
  • Virologi, khusus mempelajari virus
  • Bakterologi, khusus mempelajari masalah bakteri
  • Entomologi, khusus mempelajari masalah serangga atau insekta
  • Endokrinologi, khusus mempelajari masalah kelenjar dan hormon
  • Kardiologi, khusus mempelajari masalah jantung
  • Taksonomi, khusus mempelajari masalah klasifikasi makhluk hidup
  • Biokimia, khusus mempelajari masalah kimiawi dalam biologi
  • Biofisika, khusus mempelajari prinsip-prinsip fisika dalam biologi
  • Biogeografi, khusus mempelajari sebaran flora dan fauna di dunia

Referensi Artikel ini dari AY, DR. Suroso, dkk. 2002. ENSIKLOPEDI SAINS KEHIDUPAN. CV. Tarity Samudra Berlian

    Rabu, 22 Juni 2011

    Bagaimana Kehidupan Unit Terkecil Kehidupan?

    Selamat datang di Cakrawala Dunia! Sebelum kita bertolak langsung terhadap topik pembahasan kali ini, saya pribadi ingin berterima kasih terhadap Buku Erlangga IPA BIOLOGI untuk SMP Kelas 7 karangan Istamar Syamsuri, dkk. Karena semua sumber ilmu yang saya dapat untuk memulai materi-materi seputar Botani, Anatomi, Taksonomi, Genetika, dll.

    Siapa sih sebenarnya unit terkecil dari kehidupan itu? SEL! Yah, sel adalah unit terkecil kehidupan. Sel tersusun atas membran sel, sitoplasma, dan organel-organel. Bentuk dan ukuran sel beranekaragam. Bentuk dari sel itu sendiri ada yang bulat, lonjong, memanjang, berbentuk segi lima, segi enam, bersegi banyak,pipih, atau berbulu. Ukuran dari sel bervariasi. Pada umumnya sel berukuran sangat kecil atau mikroskopis. Skala pengukuran menggunakan mikrometer. Satu mikron samadengan seperseribu mm.

    Makhluk hidup secara beranekaragam pada dasarnya memiliki struktur sel yang hampir sama. Secara umum, struktur sel tersusun atas membran sel dan protoplasma. Protoplasma tersusun atas cairan sel (sitoplasma) dan organel-organel. Organel adalah alat-alat yang ada di dalam sel dan mempunyai fungsi khusus. Contoh organel adalah inti sel, mitokondria, plastida, lisosom, kompleks golgi, dan retrikulum endoplasma.

    Struktur sel hewan dan sel tumbuhan berbeda. Pada sel tumbuhan terdapat dinding sel yang menyelubungi membran sel. Dinding sel tumbuhan tersusun atas selulosa atau pektin sehingga sel tumbuhan bersifat kaku. Pada sel tumbuhan terdapat kloroplas. Sel hewan memiliki sentrinol pada saat sel membelah, sedangkan sel tumbuhan tidak. Sentrinol adalah organel yang berfungsi mengumpulkan kromosom. Selain itu, sel tumbuhan memiliki vakuola yang lebih besar dibandingkan dengan vakuola pada sel hewan.

    Berikut ini diuraikan bagian-bagian sel yang meliputi :

    a. Membran Sel 
    Membran sel sering juga disebut membran plasma. Membran sel berfungsi sebagai pembatas dan pelindung isi sel serta sebagai pengatur lalu lintas zat yang keluar masuk sel.

    Membran sel bersifat semipermeabel. Artinya, membran sel hanya dapat dilewati oleh zat tertentu, tetapi tidak dapat dilewati oleh zat lainnya. Zat yang dapat menembus membran sel antara lain air, zat yang larut dalam lemak dan ion tertentu. Oleh karena itu, membran sel dapat dilewati zat-zat tersebut, maka dikatakn bahwa membran sel bersifat permeable terhadap zat-zat tersebut. Zat-zat  lain seperti gula dan protein tidak dapat melewati membran secara bebas. Oleh karena membran sel tidak dapat dilewati oleh zat gula dan protein, maka dikatakn bahwa membran sel bersifat impermeable terhadap gula dan protein.

    Pada tumbuhan, membran sel dilindungi oleh dinding sel yang terbuat dari selulosa. Selulosa tergolong karbohidrat yang sulit dicerna. Kayu, kertas, kulit kayu, dan kapas mengandung selulosa. Selain melindungi sel, dinding sel juga memberi bentuk sel yang tetap dan kaku.

    b. Sitoplasma
    Sitoplasma adalah cairan yang mengisi sel. Sitoplasma mengandung berbagai macam zat. Zat tersebut berbentuk koloid. Koloid adalah campuran yang ukuran diameter zat terlarutnya sekitar 0,001-0,1 mikron, misalnya putih telur.

    Koloid sitoplasma bukan merupakan cairan serba sama (homogen) melainkan cairan yang serbaneka (heterogen). Koloid sitoplasma terdiri atas, serta senyawa organik seperti protein, gula, lemak, enzim, hormon, dan garam mineral. Sitoplasma berfungsi sebagai tempat berlangsungnya reaksi metabolisme.

    c. Inti Sel (Nukleus)
    inti sel atau nukleus biasanya berbentuk oval atau bulat dan berada di tengah-tengah sel. Inti sel berfungsi sebagai pengatur seluruh kegiatan sel. Inti sel diselimuti oleh dua lapis membran nukleus, yaitu membran luar dan membran dalam. Di dalam inti sel terdapat cairan inti (nukleoplasma) dan benang-benang kromosom.Cairan inti tersusun atas air, protein, dan mineral. Kromosom merupakan pembawa sifat turun temurun, yaitu tersusun oleh benang-benang kromatin. Di dalam kromosom terdapat asam inti deoxyribonucleic acid (DNA).

    Didalam inti sel sering terdapat anak inti atau nukleolus. Anak inti membesar pada sel yang sedang menyusun protein. Jika sel tidak lagi menyusun protein, anak inti tidak tampak. Jadi anak inti sifatnya tidak tetap. Anak inti tidak termasuk organel sel.

     d. Retikulum Endosplasma (RE)
    RE berfungsi menyusun dan menyalurkan zat-zat ke dalam sel. Membran RE merupakan kelanjutan membran luar inti sel yang membentuk saluran berliku menuju ke sitoplasma dan akhirnya bermuara pada membran sel. Dalam sel, terdapat dua tipe RE, yaitu RE Kasar dan RE Halus. Pada membran RE kasar terdapat ribosom sehingga terlihat berbintil-bintil, sedangkan pada RE halus tidak terdapat ribosom.


    e. Ribosom
    Ribosom merupakan butiran-butiran. Ribosom ada yang menempel pada membran RE, ada pula yang bebas di sitoplasma. Ribosom berfungsi untuk sintesis protein.


    f. Komples Golgi
    Kompleks Golgi merupakan kumpulan ruang, gelembung kecil, dan kantong kecil yang bertumpuk-tumpuk. Kompleks Golgi berfungsi sebagai alat pengeluaran (sekresi) protein dan lendir, karena itu kompleks Golgi disebut sebagai organel sekresi. Pada sel tumbuhan, kompleks Golgi disebut diktiosom.


    g. Mitokondria
    Mitokondira mempunyai membran luar dan membran dalam. Mitokondria berfungsi sebagai penghasil energi. Di dalam mitokondria berlangsung proses respirasi untuk menghasilkan energi.


    h. Plastida
    Plastida merupakan badan bermembran rangkap yang mengandung pigmen tertentu. Plastida yang mengandung pigmen hijau (klorofil) disebut kloroplas., sedangkan plastida yang berisi amilum disebut amilopas. Klorofil merupakan pigmen yang berperan dalam proses fotosintesis. Kloroplas terdapat pada sel tumbuhan.


    i. Lisosom
    Lisosom merupakan kantong kecil bermembran tunggal yang berisikan enzim pencernaan. Lisosom berfungsi mencerna bagian sel yang rusak atau zat asing yang masuk ke dalam sel. Misal pada Amoeba, lisosom berfungsi mencerna makanan yang berupa sel mikroorganisme lainnya.


    j. Vakuola
    Vakuola adalah ruangan yang terdapat di dalam sel. Pada sel tumbuhan yang sudah tua, vakuola biasanya berukuran besar dan berisi cadangan makanan dan pigmen warna.  Sementara pada sel hewan, vakuola berukuran kecil. Pada protozoa, terdapat vakuola makanan dan vakuola berdenyut. Vakuola makanan berisikan makanan dan berfungsi mencerna makanan. Vakuola berdenyut (vakuola kontraktil) berfungsi mengeluarkan zat sisa berbentuk cair dan mengatur keseimbangan air sel 


    Untuk mempelajari lebih lanjut apa dan bagaimana bentuk dari masing-masing organel sel ini, dapat kita lihat pada gambar dibawah ini:


    Referensi Artikel ini diambil dari Syamsuri, Istamar dkk. 2007. IPA BIOLOGI untuk SMP Kelas VII. Jakarta: Penerbit Erlangga

    Minggu, 05 Juni 2011

    KINGDOM PROTISTA

    Dewasa ini, kita sudah mengenal salah satu kerajaan makhluk hidup yang menurut saya "It's unique". Mengapa tidak, Protista adalah Organisme kehidupan yang memiliki 3 penggolongan. Protista mirip Hewan, Tumbuhan, dan Jamur. Organisme eukariot, bersel satu namun ada juga yang bersel banyak. Untuk itu mari kita kenali lebih jauh para organisme-organisme unik ini :

    A. PROTISTA MIRIP TUMBUHAN
    Protista mirip tumbuhan dikenal sebagai ganggang atau alga (Algae). Alga merupakan organisme bersel satu atau bersel banyak berbentuk seperti benang. Alga dikatan mirip tumbuhan karena berklorofil dan mampu berfotosintesis seperti halnya tumbuhan yang lain. 
    Alga dibedakan menjadi beberapa filum, yaitu alga keemasan (Chrystophyta), alga Merah (Rhodophyta), alga Hijau (Chlorophyta), alga Coklat (Phaeophyta), dan Euglenophyta.

    Filum Alga Keemasan (Chrystophyta)
    Chrysophyta
    Alga keemasan atau Chrystophyta banyak dijumpai di atas permukaan tanah yang lembab dan menyebabkan permukaan tanah berwarna kuning keemasan. Tubuh alga keemasan terdiri dari satu sel dan bentuknya menyerupai perahu. Contoh dari alga ini adalah diatom (alga kersik).




    Filum Euglenophyta
    Euglenophyta merupakan alga bersel satu, misalnya Euglena viridis. Euglena banyak dijumpai di air tawar, misalnya di kolam, sawah, parit. Bentuknya lonjong, memiliki cambuk (flagela), bintik mata, dan bewarna hijau karena berklorofil. Organisme ini bergerak aktif seperti hewan, tetapi berfotosintesis seperti tumbuhan. Euglena berkembangbiak dengan cara membelah diri. Beberapa ahli memasukkan Euglenophyta dalam kelompok tersendiri karena sifatnya yang mirip hewan sekaligus tumbuhan.

    Filum Alga Cokelat (Phaeophyta)
    Alga cokelat umumnya hidup di perairan pantai beriklim dingin. Ada juga yang hidup di air tawar. Semua alga cokelat merupakan makhluk hidup bersel banyak. Contoh alga cokelat adalah Laminaria, Fucus, Sargassum


    Filum Alga Merah (Rhodopyta)
    Alga merah merupakan makhluk hidup bersel banyak. Alga merah mengandung pigmen fikobilin, yang terdiri dari fikoeritin (merah) dan fikosianin (biru). Contoh alga merah adalah Eucheuma spinosum, yang bermanfaat untuk membuat agar-agar. Selain itu juga, alga merah berguna untuk industri kosmetik, cat, es krim,yoghurt, dan bahan campuran untuk cokelat batangan.


    Filum Alga Hijau (Chlorophyta)
    Chlorophyta atau alga hijau tergolong makhluk hidup eukariot. Alga hijau dijumpai di air tawar, air laut, di tanah becek, di atas batu, dan di kolam. Kolam yang banyak ditumbuhi alga berwarna kehijauan. COntoh alga hijau ialah Chlorella, Spirogyra, dan Volvox.
    Bentuk tubuh alga hiau beraneka ragam. Ada yang bersel tunggal, bentuk benag, dan ada yang bersel banyak mirip tumbuhan tingkat tinggi. ada yang berbentuk benang berwarna hijau dan sering terlihat di kolam misalnya Spyrongira. Spyrongira mempunyai kloroplas berbentuk spiral. Kloroplas berisi klorofil. Pusat pembentukan zat tepung pada kloroplas disebut pirenoid.
    B. PROTISTA MIRIP HEWAN
    Protista mirip hewan dikenal sebagai Protozoa. Protozoa banyak dijumpai di parit, sawah, sungai, bendungan, atau air laut. Ada pula protozoa yang hidup di dalam tubuh makhluk hidup lain sebagai parasit. Tubuh protozoa terdiri dari satu sel dan berbentuk mikroskopis. Protozoa berkembangbiak dengan seksual dan aseksual. Perkembangbiakan secara aseksual dengan cara membelah diri atau membentuk spora. Perkembangbiakan secara seksual dengan melakukan konjugasi. Konjugasi adalah peristiwa menempelnya dua sel untuk mengadakan pertukaran inti sel.

    Berdasarkan alat geraknya, Protozoa dikelompokan menjadi  empat filum sebagai berikut :

    Filum Rhizopoda
    Amoeba bergerak dengan pseudopodium
    Contoh organisme yang tergolong filum Rhizopoda adalah Amoeba. Istilah amoeba sendiri artinya tidak memiliki bentuk yang tetap karena berubah-ubah. Rhizopoda bergerak dengan kaki semua atau pseudopodium. Ada yang hidup bebas di alam, misalnya Amoeba proteus. Ada yang parasit, misal Entamoeba histolytica yang hidup usus manusia dan dapat menyebabkan disentri. Entamoeba gingivalis hidup di gusi dan dapat mengakibatkan gusi bengkak.

    Amoeba bergerak dan manangkap makanannya dengan menggunakan kaki semu. Makanannya berupa bakteri atau bahan organik lainnya. Makanan masuk ke dalam rongga makanan atau Vakuola makanan untuk dicerna.

    Organisme ini berkembangbiak dengan jalan membelah diri.

    Filum Ciliata
    Contoh filum Ciliata adalah Paramecium yang disebut sebagai hewan sandal, karena bentuknya menyerupai telapak sandal. Organisme ini bergerak di air dengan menggunakan silia (bulu getar).

    Di permukaan membran sel yang melekuk terdapat mulut sel. Air masuk ke mulut sel Paramecium karena getaran silia. Makanan Paramecium berupa bakteri atau mikroorganisme lain yang berada dalam air masuk ke mulut sel. Selanjutnya, makanan masuk ke kerongkongan sel dan kemudian ke vakuola makanan. Vakuola makanan beredar sambil mencerna makanan. Sari-sari makanan masuk ke dalam sitoplasma. Sisa-sisa makanan berbentuk cair dikeluarkan oleh vakuola berdenyaut yang berjumlah dua buah, masing-masing terletak di ujung sel. Sisa makanan berbentuk padat dikeluarkan oleh vakuola makanan yang menepi menuju ke permukaan membran sel. Selanjutnya vakuola makanan pecah, dan sisa-sisa makanan tadi ikut keluar.

    Paramecium berkembangbiak secara vegetatif dan generatif. Perkembangbiakan vegetatif ialah dengan jalan membelah diri. Mula-mula satu sel membelah menjadi dua, empat, delapan, enambelas, dan seterusnya. Perkebangbiakan secara generatif atau seksual dilakukan dengan konjugasi.

    Filum Flagellata
    Trypanosoma
    Flagellata  adalah organisme Protista yang bergerak menggunakan flagela (bulu cambuk). Contoh Flagellata adalah Trypanosoma. Trypanosoma hidup secara parasit di dalam darah manusia dan vertebrata lainnya. Trypanosoma berkembangbiak dengan membelah diri. Manusia yang terinfeksi dapat menderita penyakit tidur. Penyakit ini ditularkan oleh nyamuk tse-tse.





    Filum Sporozoa
    Plasmodium malariae
    Contoh Sporozoa yang terkenal adalah Plasmodium yang hidup pada tubuh manusia dan menyebabkan penyakit malaria. Makanannya adalah sel darah merah (eritrosit). Inang perantaranya adalah nyamuk Anopheles.

    Plasmodium  berkembang biak secara vegetatif dan generatif. Perkembangbiakan secara vegetatif terjadi dengan membentuk spora. Perkembangbiakan secara generatif terjadi dengan menggunakan gamet. Peleburan gamet jantan dan betina dilakukan dalam tubuh nyamuk Anopheles. Jika nyamuk menggigit tubuh manusia, Plasmodium  yang terbawa dalam air liur nyamuk dapat menginfeksi tubuh manusia.

    C. PROTISTA MIRIP JAMUR
    Protista ini memiliki fase bergerak seperti amoeba tetapi cara reproduksinya mirip jamur. Organisme ini tidak berklorofil. Protista mirip jamur misalnya :

    Jamur Lendir (Myxomycota)
    Dictyostelium
    Jamur ini disebut jamur lendir karena pada satu fase hidupnya, bentuknya menyerupai lendir. Jamur lendir sering terdapat pada sampah kayu lapuk atau pada serasah daun di hutan. Contoh jamur lendir adalah Dictyostelium.










    Jamur Air (Oomycota)
    Saprolegnia
    Jamur ini disebut jamur air karena hidup di air, misal di bangkai serangga yang tergenang di air. Letakkan seekor serangga mati (lalat atau belalang) di dalam gelas berisi air kemudian simpan. Tiga-Lima hari kemudian akan muncul bentukan seperti serabut kapas dari serangga tersebut. Jamur ini membentuk spora kembara (zoospora). Contoh jamur air ialah Saprolegnia.  



    Referensi Artikel ini diambil dari Syamsuri, Istamar dkk. 2007. IPA BIOLOGI untuk SMP Kelas VII. Jakarta: Penerbit Erlangga